Tegolorone ora tego patine. 2 likes. Book TegoLarane Ora Tego Patine. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarahkathu, Betapapun besarnya kemarahan kita, janganlah sekali-kali kita berbuat yang dapat menyebabkan kerugian fatal bagi anggota keluarga kita dan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air. "Tego Larane Ora Tego Patine" IstilahJawa menyebutkan, "tego lorone ora tego patine" (tega akan sakitnya, tapi tidak tega akan kematiaannya). Makna konteksnya, agama lokal/pribumi tidak dibiarkan menjadi "rival" agama-agama resmi, tapi disaat bersamaan agama lokal tetap dibiarkan hidup sebagai bagian dari aspek tertentu yang dapat diambil Toexplain his dilemma about meeting Wahid, the former Muhammadiyah chief coined the Javanese phrase: tego lorone, ora tego patine. `I have the heart to see him suffer, but am not willing to let him die'. At the second meeting in June there were signs that Amien really was prepared to meet Wahid. Only, said Syaifullah, he did not want to meet TikTokvideo from daftar ambil bonus 1 miliyar (@roufsh22): "tego lorone, ora tego patine". suara asli - daftar ambil bonus 1 miliyar. 18 Tego lorone ora tego patineArtinya tega sakitnya, tidak tega akan matinya. 19. Satria ingkang pilih tandingArtinya ksatria itu adalah julukan untuk orang yang hanya mau bertanding dengan orang yang memiliki kekuatan setara dengannya. 20. Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngarosake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha. Home» Ke-SH-an » Tego Larane Ora Tego Patine Tego Larane Ora Tego Patine. Lintang Sunu 12:32 PM Ke-SH-an No comments. Konsep persaudaraan adalah konsep di mana setiap jiwa yang terikat di dalamnya siap untuk menerima jiwa yang lain apa adanya. Penerimaan jiwa lain apa adanya ini tidak semata-mata menerima tanpa menyadari pentingnya makna OrangJawa bilang, tego lorone ora tego patine. Hal itulah yang dirasakan James Hunt usai balapan. Dia menyesal telah memaksa panitia untuk terus melanjutkan balapan. Separah itu persaingan mereka. Tapi juga semanis itu persahabatan mereka. TikTokvideo from trinugra (@tri_nugra): "tego lorone ora tego patine #terate #psht". sound elglxy. Tegolarane ora tego patine. 1 like. Personal blog SIs3VQ4. La Partita Di Pallone Perché perchéLa domenica mi lasci sempre solaPer andare a vedere la partitaDi pallonePerché perchéUna volta non ci porti anche meChissà, chissàSe davvero vai a vedere la tua squadraO se invece tu mi lasci con la scusaDel palloneChissà, chissàSe mi dici una bugia o la veritàMa un giorno ti seguiròPerché ho dei dubbiChe non mi fan dormirE se scoprir io potròChe mi vuoi imbrogliarDa mamma ritorneròPerché perchéLa domenica mi lasci sempre solaPer andare a vedere la partitaDi pallonePerché, perchéUna volta non ci porti anche meUna volta non ci porti anche me Partida de Futebol Por quê, por quêNo domingo me deixas sempre sozinhaPara ir a ver a partidaDe futebolPorque, porqueUma vez não me levas tambémQuiçá, quiçáSe é verdade que vai ver o teu timeO se ao contrário tu me deixas com a desculpaDo futebolQuiçá, quiçáSe me dizes uma mentira ou a verdadeMas um dia te seguireiPorque tenho umas duvidasQue não me deixam dormirE se descobrir eu podereiQue queres me tapearPara mamãe voltareiPor quê, por quêNo domingo me deixas sempre sozinhaPara ir a ver a partidaDe futebolPor quê, por quêUma vez não me levas tambémUma vez não me levas também - Tega larane, ora tega patine. Apa arti pepatah Jawa tersebut? Tega larane, artinya tega sakitnya. Ora tega patine, artinya tidak tega atas kematiannya. Pepatah Jawa tersebut menggambarkan betapa kuatnya persaudaraan di Jawa. Baca Juga 6 Rekomendasi Oleh-Oleh Buku yang Wajib Dibeli Sebelum Pulang dari Kampung Inggris Pare Meskipun kadang bertengkar antara satu dengan yang lainnya, namun ketika ada yang mengalami penderitaan akan datang untuk menolong. Di sisi lain, peribahasa Jawa tersebut juga mewanti-wanti orang Jawa agar tetap menjaga silaturahmi. Sekecil apapun masalah yang terjadi jangan sampai memutus tali silaturahmi. Baca Juga Menikah di Bulan Sapar Apakah Boleh? Ini Penjelasan Primbon Jawa Iman Budhi Santosa dalam buku "Nasihat Hidup Orang Jawa" memberikan contoh yang terkait dengan pepatah Jawa ini. Dua kakak beradik terlibat cekcok karena berebut harta warisan dari orang tua. Cekcok tersebut berkepanjangan dan berujung gugatan ke pengadilan. Baca Juga Pepatah Jawa 'Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe', Ini Arti dan Penjelasannya Sang kakak jatuh sakit. Sang adik lalu membatalkan gugatan ke pengadilan dan memilih menjual harta warisan yang masih dalam sengketa untuk pengotan sang kakak. Menurut Iman Budhi Santosa, kasus tersebut memberikan cerminan bahwa dalam keadaan sehat kakak adik tersebut bisa saja saling bermusuhan. Terkini