Elemenyang mempunyai nilai keelektronegatifan yang rendah, seperti kebanyakan unsur logam, maka akan dengan mudah memberikan elektron mereka dan teroksidasi - elemen ini menjadi reduktor. Kebalikannya, banyak ion mempunyai bilangan oksidasi tinggi, seperti H 2 O 2 , MnO 4 - , CrO 3 , Cr 2 O 7 2- , OsO 4 ) dapat memperoleh satu atau lebih Olehsebab itu, atom Na akan melepas 1 elektron. Karena kekurangan satu elektronnya maka atom Na menjadi bermuatan +1 atau ditulis Na + Pembentukan ion negatif Klor (Cl) Atom Cl memiliki nomor atom 17. Sehingga konfigurasi elektronnya 2 8 7. Agar stabil, maka kulit terluar atom Cl harus berjumlah 8. Oleh sebab itu, atom Cl akan menerima 1 elektron. Nukleusmemegang peranan terhadap pembentukan massa atom. Elektron memiliki massa yang sangat kecil sehingga cenderung diabaikan dan elektron mengilingi nukleus pada jarak sekitar 10-10 m. Diperkirakan diameter dari suatu atom adalah 2x 10-10 m atau 200 pikometer (pm), dimana 1 pm = 10 -12 m. Unsuryang memiliki energi ionisasi kecil akan melepaskan elektron, sedangkan unsur yang memiliki energi ionisasi besar akan menerima elektron. Agar elektron valensi atom H mirip dengan atom He (2) maka diperlukan satu elektron. Demikian pula atom Cl, agar mirip dengan konfigurasi elektron atom Ar (2 8 8), diperlukan satu elektron Padakeadaan normal, suatu atom tidak bermuatan atau netral. Ion suatu atom akan terbentuk ketika atom melepas atau menerima elektron. Ion positif atau kation terbentuk ketika sebuah atom kehilangan atau melepaskan elektron, contoh: Na → Na+ + e- (atom natrium Na, melepaskan satu elektron menjadi ion natrium bermuatan positip satu = Na+) Jikamelepaskan elektron, suatu atom memiIiki bilangan oksidasi positif. Sebaliknya, jika menangkap elektron, suatu atom memiliki bilangan oksidasi negatif. natrium memiliki 11 proton dan 10 elektron. Atom natrium yang pada awalnya bersifat netral, sekarang memiliki satu muatan positif , sehingga menjadi ion (atom yang bermuatan karena 1 Aliran elektron melalui suatu penghantar dari atom Zn ke ion tembaga. 2. Difusi ion + dan ion - sehingga larutan tetap netral bahkan di dekat logam sekalipun. Elektroda yang terjadi reaksi oksidasi disebut anoda. Elektroda yang terjadi reaksi reduksi disebut katida. Potensial Sel Suatu reaksi di dalam sebuah sel Volta dirumuskan: Natriumpunya elektron valensi 1 dan Chlorid punya elektron valensi 7 . Dengan acuan aturan oktet ( setiap atom punya 8 elektron valensi seperti di gas mulia ) , maka si natrium ngasih elektronnya ke chlorid biar jumlah elektron valensi dari chlorid ini jadi 8 . nya disebut nomor massa. Untuk atom netral, jumlah elektron selalu sama dengan Jikaatom Na melepaskan 1 elektron akan menjadi.. - 9144175 larassilvia14 larassilvia14 25.01.2017 Kimia Sekolah Menengah Pertama Jika atom netral menerima sebuah elektron, maka atom tersebut menjadi a) kation b) proton c) anion d) neutron 1 Lihat jawaban Iklan Iklan afan56 afan56 1. a ion Na+ 2. d. gas oksigen 3. a. silikon (unsur Si) Natrium(Na) 11: 2 8 1: Seng (Zn) 30: 2 8 18 2: Magnesium (Mg) 12: 2 8 2: Gallium (Ga) 31: 2 8 18 3: Asas larangan Pauli menyebutkan bahwa dalam suatu atom tidak akan mungkin memiliki dua elektron dengan empat bilangan kuantum sama. untuk atom bermuatan negatif akan menarik elektron dari kulit terluar atom netral. Maka dari itu RgxnKN. KD Menjelaskan konfigurasi elektron danpola konfigurasi elektron terluar untuk setiap golongan dalam tabel periodik Kimia Kelas 10 Semester 1 _Miss Natalia_Partikel dasar penyusun atomProton [11 ] → + → Goldstein tahun 1886Proton bermuatan +1 dan mempunyai massa 1,007 sma satuanmassa atom atau 1,6726231 x 10-24 gramNeutron [01 ] → netral→ Chadwick tahun 1932Neutron bermuatan netral tidak bermuatan dan mempunyaimassa 1,008 sma atau 1,6749544 x 10-24 gramElektron [01 ] → - → Thomson tahun 1887Elektron bermuatan -1 dan massa 5,4 x 10-4 sma atau 9,1093897 x10-28 gramAtom terdiri dari inti atom dan kulit berupa awan elektron. Dikarenakan massa elektronsangat kecil dibandingkan proton dan neutron maka elektron dianggap tidak bermassa. Massa atom = Jumlah Proton + Jumlah NeutronNomor atom Z• Henry Moseley 1920 Pada saat atom berada pada menyatakan jenis unsur keadaan netral, jumlah ditentukan oleh muatan elektron akan sama dengan positif inti atom jumlah jumlah proton. Jadi, nomor protonnya. Jumlah proton atom juga menentukan dalam suatu atom jumlah elektron dalam suatu menentukan jenis unsurnya. atom.• Jumlah proton khas bagi Nomor atom= jumlah proton setiap unsur. Artinya, atom- = jumlah elektron atom dari unsur yang sama mempunyai jumlah proton Z= p = e yang sama tetapi berbeda dari atom unsur Massa AJumlah proton dengan neutron dalam suatuatom disebut nomor massa. Massa Atom = Jumlah Proton + Jumlah NeutronA=Z+n N = A -ZNotasi susunan atom dan ion• Jumlah proton, elektron dan neutron dalam suatu atom dinyatakan dengan lambang notasi • Z= Nomor atom jumlah proton=jumlah elektron• A= Nomor massa jumlah proton + jumlah neutron• X= lambang unsurContoh Soal• • • No atom Z = 3 • No atom Z = 20• No Massa A = 7 • No Massa A = 40• Neutron = 7- 3 = 4 • Neutron = 40-20 = 20Atom Netral Jumlah proton = Jumlah elektron Spesi bermuatan positif Ion terbentukAtom Netral ION apabila terjadi perubahan pada jumlah elektron Spesi bermuatan negatifSaat atom netral melepaskanelektron maka atom tersebutakan kehilangan elektron dan membentuk ion positif kation • • Jumlah proton =11 • Jumlah elektron =11Muatan total = 11muatan proton + 11muatan elektronMuatan total = 11 +1 + 11 -1 =0 netralAtom Natrium Na melepaskan 1 elektron• ++ +Muatan total = 11muatan proton + 10muatan elektronMuatan total = 11 +1 + 10 -1 = +1 X = Lambang Unsur Z = Nomor Atom A = Nomor Massa M = muatan ionSaat atom menangkap 186 Jumlah proton = 8elektron maka elektron Jumlah elektron = 8pada atom akanbertambah dan Muatan total = 8muatan proton +membentuk ion negatif 8muatan elektronanion Muatan total = 8 +1 + 8 -1 = 0 netralAtom Oksigen menangkap 2 elektronMuatan total = 8muatan proton + 10muatan elektronMuatan total = 8 +1 + 10 -1 186 2- 2- = -2Latihan Soala. 199 b. 4200 2+c. 1273 d. 1362 2-Konfigurasi ElektronOrbital Jumlah Orbital Jumlah elektron maksimal s 1 2 p 3 6 d 5 10 f 7 14 Jenis orbitals sharp p principal d diffuse f fundamentalApakah semua kulit Ternyata, setiap kulit atom atom mempunyai memiliki jenis orbital yangorbital s, p, d dan f? orbital 1s 2 s, p 3 s, p, d 4 s, p, d, f 5 s, p, d, f 6 s, p, d, f 7 s, p, d, fKonfigurasi elektron menggambarkan penataan elektron-elektrondalam suatu atom. Konfigurasi elektron adalah khas untuk setiap cara menuliskankonfigurasi elektron menggunakandiagram orbital pada tabel di atas? Pada tahun 1936 Erwin Madelung mengemukakan bahwa “ elektron selalu menempati orbital dengan sub tingkat energi terendah terlebih dahulu”.Konfigurasi elektron dimulai dari orbital dengan sub tingkat energi paling rendah kemudianmenuju orbital dengan sub tingkat energi yang lebih tinggi. Konfigurasi elektron berdasarkan kenaikan sub tingkat energi orbital. Prinsip yang digunakan oleh Erwin Madelung ini disebut dengan Prinsip Aufbau yang artinya notasi atom yang mempunyai a. Nomor atom 37 dan nomor massa 85b. Nomor atom 19 dan jumlah neutron 20a. Z = 37 ; A = 85 b. Z = 19; n = 20 8375 A =n+Z = 20 + 19 = 39 1399 MENGULASKEMBALI…Tentukan notasi atom yang mempunyai a. Nomor atom 37 dan nomor massa 85b. Nomor atom 19 dan jumlah neutron 20a. Z = 37 ; A = 85 b. Z = 19; n = 20 8375 A =n+Z = 20 + 19 = 39 1399 Meringkas Konfigurasi Elektron AufbauMenggunakan konfigurasi elektron gas mulia2He = 1s2 Z < 1010Ne = 1s22s22p6 11< Z < 1818Ar = 1s22s22p63s23p6 19< Z < 3536Kr = 1s22s22p63s23p64s23d104p6 37< Z <539F = 1s22s22p5 → [He] 2s22p514Si = 1s22s22p63s23p2 → *Ne+ 3s23p221Sc = 1s22s22p63s23p64s23d1 → *Ar] 4s23d1Beberapa penyimpangan dari aturan umumKonfigurasi Elektron suatu atom adalah khas sehingga terdapatbeberapa atom yang konfigurasinya menyimpang dari aturan-aturan umum, misalnya Konfigurasi Elektron SpesialPEMBAHASAN SOALDiketahui ion X2- mempunyai 18 elektron dan 16 neutron. Nomoratom unsur tersebut adalah…X2- → e-= 18 ; n =16 A=p+nX → e-= 18 – 2 = 16 A = 16 + 16 A = 32 p = 16 ; n =163126 → 3162 PEMBAHASAN SOALTuliskan konfigurasi elektron dan Nilai l ditandai dengan huruf s, p, d, nilai keempat bilangankuantum dari atom berikut. L 01 2 3 4 5a. K Z=19b. Cu Z=29 Namac. Fe2+ Z=26d. Br Z=35 orbital s p d f GH19K = 1s22s22p63s23p64s1 → *Ar] 4s1 4s1 n=4 l=0 [l=0 maka m=0] m= 0 s = 21 ↑b. Cu Z=2929Cu= 1s22s22p63s23p64s23d9 → [Ar] 4s23d9 n=3 l=2 m = +1 s = ;12 n=3 l=2 m = +2 s = ;21c. Fe2+ Z=2626Fe= 1s22s22p63s23p64s23d6 → [Ar] 4s23d6 n=3 l=2 m = -2 s = ;12c. Fe2+26Fe2+ = 1s22s22p63s23p64s23d6 → [Ar]3d6 n=3 l=2 m = -2 s = ;12d. Br Z=35d. Br Z=3535Br= 1s22s22p63s23p64s23d10 4p5 4p5 n=4 l=1 m=0 s = ;12Jika elektron terakhir suatu unsur memiliki bilangan kuantumn=3, l=2, m=0 dan s= 12 ; nomor atom tersebut adalah…n=3 ; l=2 ; m=0 ; s= 21 Nilai l ditandai dengan huruf s, p, d, f. L 01 2 3 4 5 Nama orbital s p d f GH3d31s22s22p63s23p64s23d3 → 23Jika elektron terakhir suatu unsur memiliki bilangan kuantumn=4, l=1, m=-1 dan s= ;21 ; nomor atom tersebut adalah…n=4, l=1, m=-1 dan s= ;21 Nilai l ditandai dengan huruf s, p, d, f. L 01 2 3 4 5 Nama orbital s p d f GH4p41s22s22p63s23p64s23d104p4 → 34Jika elektron terakhir suatu unsur memiliki bilangan kuantumn=4, l=1, m=-1 dan s= ;21 ; nomor atom tersebut adalah…n=4, l=1, m=-1 dan s= ;21 Nilai l ditandai dengan huruf s, p, d, f. L 01 2 3 4 5 Nama orbital s p d f GH4p41s22s22p63s23p64s23d104p4 → 34PERIODE Lajur-lajur horizontal dalam sistem Jumlah unsur Nomor atom Sistem periodik modern terdiri 1 2 1-2 atas 7 periode. 2 8 3-10 Periode 1, 2 dan 3 disebut 3 8 11-18 periode pendek. 4 18 19-36 Periode 4, 5, 6 dan 7 disebut 5 18 37-54 periode panjang. 6 32 55-86 7 32 87-118 Dalam artikel Fisika kelas 9 ini, kita akan belajar tentang pengertian atom, molekul, dan ion sebagai penyusun partikel materi. Kira-kira, apa ya perbedaan dari ketiganya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya! — Duh, kayaknya liburan ke pantai enak, nih. Berjemur di bawah terik matahari, berenang di laut, bermain pasir dan ombak. Huh, nggak sabar, deh pengen liburan. Btw, kalo ngomongin pantai, apa yang kamu bayangkan pertama kali? Yap, pasir pantai. Pernah nggak, kamu iseng ngambil segenggam pasirnya? Lalu, pelan-pelan kamu membuka tanganmu, dan membiarkan pasir itu tertiup angin? Enak ya, rasanya. Pasir yang ukurannya kecil-kecil itu meninggalkan tekstur yang lembut tapi juga sekaligus kasar. Mereka pergi perlahan-lahan dari telapak tanganmu. Ada yang jatuh lewat sela-sela jari, ada yang terbang begitu saja. Huhu, kangen, deh. Nah, pasir pantai yang biasa kamu genggam merupakan salah satu contoh zat atau materi padat berupa butiran. Butiran pasir umumnya berukuran 0,0625 sampai 2 milimeter. Kecil banget, kan? Walaupun kecil, butiran pasir masih bisa dipecah dan pecahannya tetap disebut pasir, lho. Misalkan, ada sebutir pasir yang tersusun dari silika bermassa 10 mg. Jika sebutir pasir tersebut kita belah menjadi dua, maka akan diperoleh dua butir pasir yang masing-masing bermassa 5 mg. Kemudian, jika kedua butir pasir tersebut dibelah menjadi dua lagi, maka akan diperoleh 4 butir pasir, dengan masing-masing butir bermassa 2,5 mg. Nah, jika butir pasir itu kita belah terus menerus, maka akan diperoleh sebuah butiran pasir yang sangat kecil. Tapi, masih tersusun dari materi yang sama, yaitu silika. Bagian terkecil dari suatu materi disebut partikel materi. Contohnya, kayak kasus di atas, nih. Ketika sebutir pasir silika dibelah hingga diperoleh bagian yang paling kecil tak kasat mata, bagian tersebut tetap tersusun dari silika juga. Partikel materi tersusun dari atom, molekul, dan ion. Hmm, apa sih yang dimaksud dengan atom, molekul, dan ion? Penasaran, nggak? Kalo iya, yuk simak artikel berikut! ATOM Pasti kamu udah nggak asing dong kalo dengar kata atom. Eits, bukan kacang atom ataupun bom atom, lho, hehe. Terus, apa yang dimaksud dengan atom? Pengertian Atom Atom adalah suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi secara kimiawi. Dalam bahasa Yunani, atom berarti tidak terbagi a = tidak, tomos = terbagi. Contohnya, Hidrogen H, Oksigen O, dan Karbon C, dan lain-lain. Dengan kata lain, atom adalah unit terkecil pembentuk suatu materi. Hmm, berarti kalo nggak bisa dibagi lagi, ukurannya kecil banget, dong? Emang kelihatan bentuknya? Yup, berkat kemajuan teknologi kamu bisa melihat atom menggunakan sebuah mikroskop STM atau Scanning Tunneling Microscope. Alam semesta, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia tersusun dari ratusan ribu sampai jutaan jenis zat atau materi. Bisa berupa zat tunggal maupun zat campuran. Apabila diuraikan, materi-materi ini merupakan kombinasi dari atom-atom. Baca Juga Mengenal 4 Macam Model Atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr Sifat-Sifat Atom Sifat atom adalah netral tidak bermuatan. Atom yang sejenis akan membentuk suatu unsur. Suatu atom diberi lambang yang sama dengan unsurnya. Jadi, atom hidrogen diberi lambang H dan atom oksigen diberi lambang O. Lalu apa saja contoh-contoh atom? Selain Hidrogen H dan Oksigen O, contoh atom lainnya adalah Karbon C , Kalium K, Natrium Na, Klorida Cl, Lithium Li, dan masih banyak lagi. Partikel-Partikel Penyusun Atom Atom tersusun atas partikel dasar subatom, yaitu elektron, neutron, dan proton. Elektron merupakan partikel bermuatan negatif yang berada di kulit atau di luar inti atom. Proton merupakan partikel bermuatan positif yang berada di dalam inti atom, sedangkan neutron merupakan partikel tidak bermuatan netral yang berada di inti atom bersama dengan proton. Suatu atom memiliki nomor atom dan nomor massa. Nomor atom adalah jumlah proton dari sebuah inti atom, sedangkan nomor massa merupakan jumlah proton ditambah jumlah neutron. Nomor atom merupakan ciri khas suatu unsur. Setiap unsur akan memiliki nomor atom tertentu yang membedakannya dengan unsur lain. Baca Juga Mengenal Partikel dan Notasi Atom Nah, bagaimana? Apakah kamu sudah paham sekarang? Kita beralih ke molekul dulu, yuk! MOLEKUL Atom merupakan unit pembangun dari segala macam materi. Nah, molekul dan ion dibangun oleh atom-atom. Sekarang, kita bahas molekul dulu, ya. Pengertian Molekul Molekul adalah gabungan dari dua atau lebih atom, bisa terbentuk dari atom yang sama. Contoh molekul di antaranya, hidrogen H2 dan oksigen O2. Bisa juga terbentuk dari atom yang berbeda, contohnya, air H2O, karbon dioksida CO2, atau karbon monoksida CO. Jenis-Jenis Molekul Molekul yang tersusun atas atom yang sama dinamakan molekul unsur, sedangkan molekul yang dibangun oleh atom berbeda disebut molekul senyawa. Molekul yang terbentuk dari dua atom, baik atom yang sama ataupun beda disebut molekul diatomik. Selain itu, atom juga bisa membentuk molekul poliatomik, yaitu molekul yang tersusun atas tiga atau lebih atom, contohnya seperti ozon O3 dan belerang atau sulfur S8. Baca Juga Bentuk Molekul berdasarkan Teori Domain Elektron dan Teori Hibridisasi Okey, sampai sini kamu sudah tau kan bedanya atom dan molekul? Selain kedua istilah yang sudah dijelaskan, ada satu lagi nih yang akan kita bahas selanjutnya. Yup, ion. Penasaran kan? Simak penjelasannya di bawah ini, ya! ION Tubuh kita memerlukan asupan ion untuk menggantikan cairan ion yang hilang setelah beraktivitas. Kamu pasti tau dong, salah satu produk minuman terkenal yang mengandung kandungan ion? Clue-nya warna biru hehehe... Pengertian Ion Lalu, apa sih yang dimaksud dengan ion? Ion adalah atom yang bermuatan listrik. Contoh ion antara lain, Na+, OH–, Cl–, Br–, K+, Ca+, dan masih banyak lagi. Nah, pada unsur natrium Na terdapat tanda plus + yang berarti atom tersebut bermuatan positif. Lalu, pada unsur hidroksida OH terdapat tanda minus - yang menunjukan atom tersebut memiliki muatan negatif. Ion akan terbentuk ketika sebuah atom melepas atau menerima elektron. Jika atom menerima elektron, maka akan berubah menjadi atom bermuatan negatif anion. Contohnya, Cl–, Br–, OH–, dsb. Sedangkan, ketika atom melepaskan elektron, maka atom akan bermuatan positif kation. Contohnya, Na+, K+, Ca+ , dsb. Ion Positif dan Ion Negatif Nah, kamu sudah mengetahui pengelompokan logam dan non logam di kelas 7, kan? Salah satu perbedaan logam dan non logam, yaitu kecenderungannya terhadap elektron. Unsur logam cenderung melepas elektron, sedangkan non logam menyerap elektron. Nah, pelepasan dan penyerapan elektron ini bisa terjadi ketika unsur logam direaksikan dengan non logam. Pelepasan elektron menghasilkan ion positif dan penyerapan elektron menghasilkan ion negatif. Peristiwa terlepas atau masuknya ion pada sebuah atom disebut ionisasi. Contohnya, ketika atom natrium Na melepas satu elektron, maka akan membentuk ion Na+, atau ketika atom klorin Cl menerima 1 elektron, maka akan membentuk ion Cl–. Baca Juga Apa yang Dimaksud dengan Ikatan Ion? Yuhuu, selesai, deh. Sekarang, kamu jadi tau kan apa yang dimaksud dengan atom, molekul, dan ion, serta masing-masing perbedaannya. Nah, hal-hal yang ada di sekitar kamu itu terbentuk dari atom-atom jika dilihat dari bagian terkecilnya. Seperti pasir pantai tadi, atau misalnya kalo kamu di rumah, air yang biasa kamu minum itu adalah molekul yang terdiri dari dua atom hidrogen dan dua atom oksigen. Jadi ingat ya pengertian atom, molekul, dan ion. Atom adalah penyusun terkecil dari sebuah partikel materi yang tidak bisa dibagi lagi. Sedangkan molekul merupakan gabungan dari dua atom. Sementara partikel yang bermuatan listrik disebut ion. Nah, kalau kamu pengen belajar lebih dalam lagi tentang atom, molekul, dan ion, yuk buruan langganan ruangbelajar sekarang juga! Prinsip Pembentukan Molekul - Molekul adalah kumpulan dua atom atau bahkan lebih yang ada didalam suatu susunan tertentu yang terikat oleh gaya kimia atau ikatan kimia. Molekul secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu molekul unsur dan molekul senyawa. Contoh molekul unsur pada proses respirasi adalah gas oksigen dengan rumus molekul O2, sedangkan contoh dari molekul senyawa yakni gas karbon dioksida dengan rumus molekul CO2 serta air H2O.Prinsip Pembentukan MolekulUntuk memahami lebih lanjut mengenai prinsip pembentukan molekul ada 3 hal yang harus dikuasi yaitu konfigurasi elektron, ion dan indentifikasi ElektronAgar mengetahui bagaimana atom-atom dapat berikatan kamu harus mempelajari susunan elektron di dalam suatu atom atau yang disebut dengan konfigurasielektron. Sebagaiman dijelaskan pada model atom, atom mempunyai tingkat-tingkat energi yang menurut Bohr disebut kulit-kulit atom. Menurut teori mekanika gelombang yaitu teori atom yang digunakan pada saat ini, tingkat-tingkat energi dalam suatu atom berturut-turut adalah tingkat energi K atau n=1, L untuk n=2, M untuk n=3 dan seterusnya. Tingkat Energi Atom dan Jumlah Elektron MaksimalAgar kamu lebih mudah mempelajari susunan elektron dalam suatu atom, kita gunakan istilah kulit-kulit atom sebagaimana teori Bohr untuk tingkat-tingkat energi. Dengan demikian suatu atom akan mempunyai kulit K n=1, kulit L n=2, dan seterusnya. Masingmasing kulit atom ditempati oleh sejumlah elektron. Setiap kulit mempunyai jumlah maksimum elektron yang dapat menempatinya. Misalnya kulit K, maksimum hanya dapat ditempati oleh 2 elektron. Apabila atom tersebut mempunyai elektron lebih dari 2 maka elektron berikutnya akan menempati kulit yang lebih tinggi. Pengisian elektron pada kulit-kulit atom dimulai dari pengisian kulit terdalam atau yang mempunyai energi paling Nama Kulit Atom dan Jumlah Elektron Maksimalnya Berdasarkan Tabel 1, perhatikan contoh jumlah elektron pada masing-masing kulit beberapa atom 2 Susunan Elektron Atom pada Tingkat EnergiPengisian elektron secara berurutan dimulai dari kulit K kemudian ke kulit atom yang lebih tinggi. Pada contoh di atas, Atom helium He, natrium Na, dan klor Cl sesuai dengan urutan jumlah elektron maksimal yang dapat ditempati elektron. Namun pada Ca yang mempunyai 20 elektron, kulit atom K dan L berturut-turut ditempati oleh 2 dan 8 elektron sehingga tersisa 10 elektron. Walaupun kulit M dapat ditempati 18 elektron tetapi jumlah elektron yang tersisa hanya 10, maka kulit atom M hanya terisi 8 elektron dulu dan kulit atom N terisi 2 elektron. Tetapi kalau jumlah elektron yang tersisa setelah K dan L terisi lebih dari 18 elektron maka kulit atom M terisi 18 elektron seperti contoh pada atom bromin dan kripton. Intinya, elektron akan disusun pada setiap kulit hingga membentuk susunan yang paling Energi Kulit Atom dan Jumlah Elektron MaksimalIonAtom-atom dengan nomor atom 1 sampai 18 akan ada dalam keadaan stabil bila kulit atom terluarnya berisi 2 elektron seperti helium He atau 8 elektron seperti neon Ne, argon Ar, dan kripton Kr. Untuk mencapai jumlah 8 elektron, suatu atom dapat melepaskan atau menerima satu atau lebih elektron. Contoh atom natrium Na yang mempunyai 11 elektron mempunyai susunan elektron K=2, L=8, dan M=1. Pada konfigurasi seperti ini kulit atom M hanya terisi satu elektron. Keadaan ini menyebabkan natrium Na tidak stabil. Agar mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya, atom Na dapat melepaskan satu elektron atau menerima 7 elektron dari atom lain. Tetapi, menerima 7 elektron sangat sulit, maka atom natrium Na cenderung melepaskan 1 elektron. Akibatnya, bila Na melepaskan 1 elektron maka ada satu proton di dalam inti atom natrium Na yang tidak diseimbangkan oleh elektron. Jadi natrium Na akan kelebihan muatan positif dari satu proton. Pada atom natrium Na yang melepaskan satu elektron, atom natrium Na yang pada mulanya bersifat netral akan berubah menjadi Na bermuatan +1 yang ditulis Na+. Jenis Na+ tersebut disebut ion Na+. Berdasarkan penjelasan tersebut, apakah kamu dapat menyimpulkan apa itu ion? Ion yang bermuatan positif seperti ion Na+ secara umum disebut kation. Contoh lain adalah atom kalisum Ca yang mempunyai susunan elektron dalam atomnya K=2, L=8, M=8, dan N=2. Agar mempunyai 8 elektron pada kulit terluar maka kalisum Ca melepaskan dua elektron menjadi ion Ca2+. Sebaliknya atom klor 17Cl mempunyai susunan elektron K=2, L=8, dan M=7. Agar atom klor Cl stabil maka ditangkaplah satu elektron dari atom lain agar kulit atom M terisi 8 elektron. Atom klor Cl yang menerima satu elektron akan kelebihan muatan negatif. Atom klor Cl yang pada mulanya bersifat netral mempunyai 17 proton dan 17 elektron, jika menerima satu elektron dari luar maka atom klor Cl akan menjadi bermuatan -1 atau ditulis Cl-. Ion yang bermuatan negatif secara umum disebut anion. Sebuah ion positif kation memiliki jumlah elektron lebih sedikit dari proton yang ada pada inti atom, sebaliknya ion negatif anion memiliki jumlah elektron lebih banyak dari proton. Dengan kata lain, atom yang melepaskan elektron akan menjadi ion yang bermuatan positif, sedangkan atom yang menerima elektron akan menjadi ion yang bermuatan negatif. Pada contoh pembentukan garam NaCl, ion Na+ dan ion Cl- tarik-menarik secara elektrostatik membentuk senyawa NaCl yang netral. Senyawa yang terbentuk dari kation dan anion disebut senyawa ionik. Gaya tarik-menarik gaya elektrostatik antara kation dan anion dalam senyawa tersebut disebut ikatan unsur-unsur di alam berbentuk ion-ion. Seperti garam dapur yang kita konsumsi setiap hari dalam bumbu masakan terbentuk dari interaksi tarik menarik antara ion Na+ dengan ion Cl-. Dengan demikian garam NaCl merupakan senyawa ionik. Pada senyawa NaCl, kation dan anion tersusun selang-seling secara teratur sedemikian rupa sehingga tarik-menarik antara Na+ dan Cl- terjadi maksimal. Susunan seperti itu disebut dengan istilah kristal. Pada umumnya unsur-unsur dalam bentuk logam cenderung melepaskan elektron, sehingga akan bermuatan positif membentuk kation, sedangkan unsur non logam akan cenderung menerima elektron sehingga bermuatan negatif membentuk anion. Kecenderungan suatu atom untuk menerima atau melepas elektron sehingga menjadi stabil juga dapat diketahui dari jumlah elektron terluar. Atom yang memiliki elektron terluar lebih dari 5 cenderung mengikat atau menerima elektron, sedangkan atom yang memiliki elektron kurang dari 4 cenderung melepaskan UnsurKembang api mengandung senyawa-senyawa tertentu. Bila kembang api dibakar maka molekul yang ada di dalam senyawa tersebut menyerap energi dan menyebabkan elektron-elektron pada atomnya mengalami perpindahan antar kulit atom. Perpindahan elektron dari kulit atom yang lebih rendah ke tinggi akan menyerap energi sedangkan perpindahan elektron dari kulit yang lebih tinggi ke rendah akan melepaskan energi. Energi yang dilepaskan tersebut akan terlihat sebagai cahaya. Masing-masing atom mempunyai jarak antarkulit atom yang berbeda sehingga energi yang diserap atau dilepaskan juga akan berbeda. Perbedaan tersebut menyebabkan terjadinya warna-warna yang berbeda. Jika kamu menyulut kembang api berarti kamu telah melakukan reaksi kimia yang menghasilkan cahaya. Perbedaan Warna dari Pembakaran Unsur a Natrium Na, b Kalium K, c Litium LiWarna khas yang dihasilkan oleh unsur-unsur pada keadaan terbakar tersebut dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan suatu unsur dalam suatu materi secara kualitatif. Prinsip tersebut digunakan oleh ilmuwan untuk mengidentifikasi kadar suatu bahan. Bila kita membakar suatu senyawa dan menghasilkan warnawarna tertentu yang menunjukkan bahwa dalam senyawa itu terdapat unsur tertentu disebut dengan uji nyala. Hanya saja tidak semua unsur mempunyai warna yang khas oleh sebab itu uji nyala ini hanya digunakan untuk mengetahui kandungan beberapa unsur.