SEORANGPENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 Jelaskan dan berilah contoh peristiwa menguap!Jawab: INI JAWABAN TERBAIK 👇 Jawaban yang benar diberikan: azkahana jawaban: menguap adalahproses perubahan wujud benda dari cair menjadi gas contoh:Bensin yang dibiarkan di udara terbuka, lama kelamaan akan habis jemuran baju yang dibiarkan berlama lama Jawaban yang benar diberikan: afin165 jawaban: Menguap Haknegara untuk menguasai bumi, air, serta kekayaan lainya untuk kepentingan rakyatnya. Kewajiban negaranya yaitu menjamin sistem hukum yang sangat adil. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negaranya. Kewajiban negaranya yaitu meningkatkan lagi sistem pendidikan nasionalnya untuk semua rakyat. Kewajiban negara untuk memberi jaminan Kitaakan langsung to the point membahas beberapa contoh penerapan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga keutuhan NKRI, dengan statusmu sekarang sebagai seorang pelajar atau mahasiswa. Berikut beberapa contohnya : Tidak Menyebarkan HOAX Hoax atau berita palsu merupakan sumber dari perpecahan bangsa ini. Jelaskandan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila! 4. Apakah yang dimaksud ideologi terbuka? 5. Jelaskan kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka? Baca juga: Contoh Soal PPKn Kelas 9 Bab 1 Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar dan Pandangan Hidup Bangsa view(globalisasi dan tantangan bagi sistem keuangan islam).docx from iain 1234567890 at iain syekh nurjati. globalisasi dan tantangan bagi sistem keuangan islam : perspektif filsafat ekonomi Tantangan merupakan suatu hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan 3. Hambatan, merupakan suatu mengganti Pancasila dengan ideologi komunis telah berulangkali terjadi di Indonesia terhitung sejak , 1948 dan 1965. Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan dimana PeranPancasila Dalam Era Globalisasi. Rabu, 30 Oktober 2019 06:00 WIB Oleh Atikah Nur Shabrina RD Editor Imam Nurcahyo. ERA keterbukaan sudah mulai mengakar kuat di era globalisasi seperti sekarang ini, sehingga identitas nasional adalah salah satu bagian mutlak yang harus dipegang agar tidak hilang dan terbawa arus globalisasi. J. Hai Bapak/Ibu Guru SD, berikut ini Osnipa akan mambahas soal yang dikirimkan melalui kolom komentar. Kali ini kami akan membahas Soal Pendidikan Kewarganegaraan (MKDU4111) dan Pembahasan. Pembahasan ini merupakan hasil pemikiran dari tim Osnipa. Silakan dikembangkan lagi. Pengertianbahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila. Question from @Farhan570 - Sekolah Menengah Pertama - Ppkn Farhan570 @Farhan570. December 2018 1 5 Report. Pengertian bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila . azkia31 Tentu krn dapat nya msuk budaya asing Terdapat dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada Mulaidari Sabang sampai Merauke. Kesatuan Indonesia ini merupakan karakteristik identitas nasional Indonesia yang sangat berharga dan unik. Bahkan menjadi ciri khas tersendiri bagi bangsa Indonesia. Persamaan Nasib. Hal ini dibuktikan dengan sejarah yang menegaskan bahwa Indonesia dijajah oleh bangsa asing dalam waktu yang cukup lama. YZtXc1. Globalisasi tentu menjadi salah satu tantangan yang cukup besar apabila disikapi secaca optimis. Tantangan globalisasi bukan hanya berasal dari satu bidang, melaikan ada berbagai bidang tantangan yang akan dialami, baik dalam politik, unsur budaya, ekonomi, pendidikan dan lingkungan. Oleh karena itulah tulisan ini akan memberikan penjelasan mengenai masa depan bangsa Indonesia dalam menghadapi adanya beragam contoh tantangan globalisasi yang akan dialami. GlobalisasiTantangan GlobalisasiPolitikBudayaEkonomiLingkunganPendidikanSumber Daya Alam SDA yang EksploitasiKetenagakerjaanPembangunanContoh Tantangan GlobalisasiBerdirinya Perusahaan AsingSebarkan iniPosting terkait Pengertian globalisasi secara singkatnya adalah era kamajuan dunia yang dialami suatu bangsa tanpa sekat. Artinya dalam globalisasi ini menciptakan hubungan sosial dan interaksi sosial manusia tidak terbas dengan wilayah dan batas negara. Adanya kondisini ini menjadi globalisasi sangat diperlukan untuk kamajuan di negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Kemajuan di Indonesia dalam menghadapi globalisasi tidak terlepas dari status Indonesia yang pada saat ini masih menjadi negara berkembang di dunia, padahal Indonesia memiliki potensi sebagai negara maju, lantaran banyak memiliki SDA Sumber Daya Alam yang mendai,seperti emas, perak, minyak bumi, batu bara, ataupun SDA lainnya. Syarat mutlak menjadikan Indonesia sebagai negara maju di dunia, ialah harus mampu menahlukan tantangan yang ada. Tantangan globalisasi yang harus di tahlukan, antara lain adalah tantanga politik, ekonomi, budaya, pendidikan, dan lingkungan. Tantangan Globalisasi Penjelasan mengenai tantangan globalisasi yang ada di Indonesia sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan dan juga kedamaian bagi masyarakat. Antara lain; Politik Kegiatan ekonomi yang didominasi oleh negara-negara maju berpengaruh terhadap kondisi politik di negara berkembang, seperti di Indonesia. Sebagai contoh, adanya intervensi dan negara maju mengenai kebijakan politik di negara berkembang dalam upaya menciptakan rasa ketergantungan kepada negara maju, agar lebih di untungkan. Budaya Globalisasi menyebabkan pertukaran budaya semakin mudah. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa ramah dan terbuka dengan budaya lain. Akan tetapi, sikap yang kurang bijak dan selektif terhadap budaya lain dapat menyebabkan lunturnya budaya Indonesia. Ekonomi Tantangan pada sistem pasar bebas yang dialami menuntut adanya persaingan produk-produk agar mampu diterima pasar dunia. Oleh karena itu, globalisasi mendorong persaingan agar setiap pihak mampu menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. Lingkungan Globalisasi mendorong perkembangan banyak perusahaan multinasional. Kegiatan produksi perusahaan multinasional yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan dapat menyebabkan kerusakan iingkungan, misalnya terjadi banjir dan tanah longsor karena banyaknya pembukaan tahan hijau untuk dijadikan kawasan industri. Pendidikan Pendidikan menjadi segmen penting dalam kamajuan bansa-bangsa di dunia. Bahkan dengan sistem sosiologi pendidikan yang bagus suatu masyarakat akan bisa lebih mudah mengendalikan atau melakukan filtrasi kepada budaya-budaya yang tidak baik akibat globalisasi. Sumber Daya Alam SDA yang Eksploitasi Tantangan adanya globalisasi di Indonesia lainnya ialah adanya eksploitasi sumber daya hal ini terjadi lantaran globalisasi dapat memicu eksploitasi sumber daya alam oleh adanya kerjasama dengan perusahaan asing. Apalagi ketika ditemukan berbagai aktivitas ekstraktif yang tidak berkelanjutan dapat merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal. Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan juga menjadi salah satu element penting dalam menghadapi tantangan globalisasi, maksud ketenagakerjaan disini tidak terlepas daripada perubahan struktur pekerjaan dan ketidakpastian kerja bagi pekerja ketika mendapatkan pendidikan formal. Bahkan bukanlah jaminan seseorang dengan pendidikan tinggi memperoleh pekerjaan yang memadai. Pembangunan Prihal pembangunan adanya tantangan globalisasi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila ialah melihat ketimpangan pembangunan antara wilayah dan perwilayahan perkotaan dan pedesaan serta antara pulau-pulau di Indonesia. Wilayah perkotaan seperti halnya dengan DKI Jakarta cenderung mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar, sementara pedesaan sering kali tertinggal dalam pembangunan. Padahal amanat yang ada dalam Pancasila mengharuskan adanya keadilan sosial bagi seluruh Indonesia lebih tepatnya ada dalam bunyi Sila-5 dalam Pancasila. Contoh Tantangan Globalisasi Perwujutan atas adanya tantangan globalisasi di Indonesia yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Antara lain; Berdirinya Perusahaan Asing Banyak berdirinya berbagai perusahaan asing di Indonesia merupakan fenomena sosial yang terjadi pada era globalisasi saat ini. Dampak positif dan negatif globalisasi dari fenomena ini daopt dikatakan jikalau globalisasi seperti dua mata pisau, yang satu adalah negatif dengan tidak memberdayakan dan pengoptimalkan kemampuan SDM Sumber Daya Manusia sehingga tidak bisa berkembang. Dan dampak postif globalisasi ini bagi perusahaan asing di Indonesia menunjukkan Indonesia dilirik untuk dijadikan tempat produksi dan target pemasaran baru. Dalam hal melaksanakan kegiatannya perusahaan asing tersebut membutuhkan tenaga kerja. Dengan demikian, masuknya perusahaan asing di Indonesia dapat menambah jumlah lapangan pekerjaan. Oleh karena itulah sebagai negara berkembang Indonesia memeiliki tantangan dalam menciptakan nunasa pendidikan khas Indonesia dengan kelas internasional. Tujuannya selain bisa meningkatkan intelektulias juga bisa menjadi metode peningkatan moralitas yang sesuai dengan khazanah di Indonesia. Oleh karena itulah dalam menghdapi globalisasi sangatlah diperlukan Sikap Kritis. Sikap ini diartikan sebagai tantangan dapat memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat apabila. Adapun sikap kritis dapat menghadapi globalisasi tersebut antara lain adalah sebagai berikut; Meningkatkan kualitas sumber daya manusia SDM. Berpegang teguh pada nilai dan norma sosial. Menumbuhkan sikap bangga terhadap identitas bangsa Indonesia. Meningkatkan rasa peduli terhadap Iingkungan terkait permasalahan kerusakan lingkungan Demikianlah penjelasan mengenai tantangan globalisasi di Indonesia dan contohnya di masyarakat. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga mempu memberikan pengetahuan bagi setiap pembaca yang pada saat ini sedang membutuhkan referensinya. Pendahuluan Sebagai salah satu negara yang terbuka terhadap setiap perubahan lingkungan strategis, Indonesia sangat terpengaruh oleh arus globalisasi yang melanda seluruh negara-negara di dunia. Bagi Bangsa Indonesia, globalisasi merupakan sebuah keniscayaan sehingga harus diterima sebagai kenyataan sejarah. Yang perlu dilakukan saat ini sebenarnya adalah memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh globalisasi. Menurut Anthony Giddens 2001, globalisasi yang telah merasuk ke seluruh negara di dunia ternyata membawa nilai-nilai budaya global Barat seperti individualisme, liberalisme dan materialisme. Nilai-nilai budaya Barat telah menginfiltrasi ketahanan budaya nasional masing-masing negara sehingga mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai individualisme telah menggeser dan menggantikan nilai kolektivitas masyarakat Indonesia. Pengutamaan "hak" daripada "kewajiban" dan kebebasan HAM yang kebablasan sangat tidak sesuai dengan budaya nasional Indonesia. Nilai liberalisme telah menggeser nilai altruisme mementingkan kepentingan umum masyarakat Indonesia. Budaya gotong royong, tanpa pamrih, tenggang rasa, dan kekeluargaan sudah mulai luntur oleh nilai-nilai liberalisme sebagai dampak dari masuknya globalisasi. Nilai materialisme telah menggeser nilai immaterialisme yang ada pada masyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap seseorang tidak lagi didasarkan pada baik buruknya moralitas orang tersebut, melainkan didasarkan pada materi dan kekayaan yang dimiliki. Nilai-nilai sopan santun 1 Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free RELEVANSI PANCASILA DI ERA GLOBALISASIOleh Agus SubagyoPendahuluanSebagai salah satu negara yang terbuka terhadap setiap perubahanlingkungan strategis, Indonesia sangat terpengaruh oleh arus globalisasiyang melanda seluruh negara-negara di dunia. Bagi Bangsa Indonesia,globalisasi merupakan sebuah keniscayaan sehingga harus diterima sebagaikenyataan sejarah. Yang perlu dilakukan saat ini sebenarnya adalahmemaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian yang diakibatkanoleh Anthony Giddens 2001, globalisasi yang telah merasukke seluruh negara di dunia ternyata membawa nilai-nilai budaya global Baratseperti individualisme, liberalisme dan materialisme. Nilai-nilai budaya Barattelah menginfiltrasi ketahanan budaya nasional masing-masing negarasehingga mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsadan bernegara. Nilai individualisme telah menggeser dan menggantikan nilaikolektivitas masyarakat Indonesia. Pengutamaan “hak” daripada “kewajiban”dan kebebasan HAM yang kebablasan sangat tidak sesuai dengan budayanasional Indonesia. Nilai liberalisme telah menggeser nilai altruismemementingkan kepentingan umum masyarakat Indonesia. Budaya gotongroyong, tanpa pamrih, tenggang rasa, dan kekeluargaan sudah mulai lunturoleh nilai-nilai liberalisme sebagai dampak dari masuknya globalisasi. Nilaimaterialisme telah menggeser nilai immaterialisme yang ada padamasyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap seseorang tidak lagididasarkan pada baik buruknya moralitas orang tersebut, melainkandidasarkan pada materi dan kekayaan yang dimiliki. Nilai-nilai sopan santun1 dan norma susila telah berganti menjadi serba harta, kekuasaan perkembangnnya, globalisasi akan menumbuhkan semangat”keglobalan” dan semangat ”kedaerahan” yang tentunya akanmembahayakan semangat nasional, yang didasarkan pada cara pandangbangsa atau cara pandang nasional Indonesia wawasan kebangsaan.Menurut James Petras dan Veltmeyer 2003, Globalisasi akanmenyebabkan ketergantungan suatu negara terhadap negara lain dalamseluruh sektor kehidupan, baik politik, ekonomi maupun budaya. Globalisasimerupakan imperialismo gaya baru yang perlu mendapatkan karena dapatmengancam keutuhan negara bidang politik, globalisasi akan menguatkan kembali identitasetnik dan kesukuan yang dapat menimbulkan gejala disintegrasi bangsa dangerakan separatisme. Globalisasi yang mencanangkan kebebasan telahmendorong berbagai wilayah untuk memisahkan diri dengan bantuan politisdari negara-negara bidang ekonomi, globalisasi akan menciptakan ketergantunganekonomi nasional terhadap dominasi ekonomi global. Ketergantunganekonomi menyebabkan hubungan antar negara tidak bersifat kesederajadandan kemitraan, melainkan subordinasi dan dominasi sehingga kedaulatannasional dapat tergadaikan atas nama globalisasi yang bidang budaya, masuknya budaya populer telah mengendurkanbudaya nasional sehingga mengancam eksistensi jati diri dan identitasnasional. Globalisasi akan menggerogoti sendi-sendi nasionalisme dimanamasyarakat akan dibuai terlebih dulu dengan kemasan-kemasanmaterialisme ala barat yang pada akhirnya akan mem ”brain washing”manusia – manusia Indonesia untuk berpikir, bersikap dan bertindak alaBarat. Semangat gotong royong, kekeluargaan, pengorbanan dan tenggangrasa akan hilang dengan sendirinya dalam kehidupan Melihat kondisi empiris dampak negatif yang mengikuti arusglobalisasi di Indonesia, maka pertanyaan penting yang dapat dirumuskanadalah apakah dasar negara Pancasila masih relevan dan bisadipertahankan di era globalisasi saat ini? Pertanyaan ini patutdikemukakan mengingat pancasila sebagai dasar negara Indonesia,pandangan hidup bangsa Indonesia, sumber filosofi bangsa Indonesia, dansumber rujukan masyarakat Indonesia dalam berpikir, bertindak danberperilaku kurang dihayati dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia,khususnya para kaum muda generasi penerus bangsa yang banyak terjebakpada arus modernitas dan etimologis, istilah Pancasila berasal dari bahasa sansekerta,dari India bahasa kasta brahmana, sedangkan bahasa rakyat biasa adalahbahasa Prakerta. Panca artinya Lima, Sila Artinya batu sendi, alas, demikian,dalam bahasa Indonesia, Pancasila diartikan sebagai“berbatu sendi lima” atau “dasar yang memiliki lima unsur” atau “lima tingkahlaku yang penting”. Secara historis, proses terbentuknya Pancasila dapatdilihat dari persiapan sidang BPUPKI yang diusulkan oleh dr. RadjimanWidyodiningrat membahas dasar negara Indonesia, yang kemudianmenghasilkan tiga pemikiran besar, yakni Mr. Muhammad Yamin, Soepomo,dan Soekarno. Secara terminologis, Pancasila yang sah adalah yangterdapat dalam pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh sidang PPKIpada tanggal 18 Agustus 1945. Di era globalisasi yang penuh dengan peluang dan tantangan,Pancasila masih relevan bagi bangsa Indonesia, baik sebagai ideologinegara maupun sebagai dasar negara. Sebagai ideologi negara, Pancasilaakan menjadi sistem nilai bagi Bangsa Indonesia dalam menghadapi arusglobalisasi yang penuh dengan muatan ideologi liberalisme dan Pancasila sangat cocok dengan karakteristik budaya bangsa3 Indonesia yang heterogen, plural, dan beranekaragam kultur. IdeologiPancasila mendasarkan pada hakekat sifat kodrat manusia sebagai makhluksosial dan individu. Inilah yang membedakan dan menjadi keunggulanideologi Pancasila dibandingkan dengan ideologi-ideologi lain di dasar negara, Pancasila merefleksikan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang sangat komplek sehingga dapat terwadahidalam kerangka Pancasila sebagai dasar pada nilai-nilai global Barat yang muncul di eraglobalisasi, sila-sila Pancasila merupakan “filter” yang dapat menjadi“penjaring” dan “penyaring” bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapiarus globalisasi. Nilai-nilai Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan,persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan pilar-pilar penting dalammembentengi masyarakat Indonesia di tengah serangan nilai-nilai universalyang berasal dari Barat akibat arus Pancasila tetap bisa bersaing dengan ideologi-ideologi lain didunia ini karena memiliki sejumlah keunggulan yang tidak ditemukan dalamideologi lain. Ideologi Pancasila tetap mampu bersaing, mampu kompetitifmenjawab perubahan zaman, walaupun Indonesia diserbu nilai-nilai asing diera globalisasi. Kekuatan dari ideologi Pancasila justru terletak padakemampuannya menjaga keseimbangan antara unsur-unsur yang ada dimasyarakat tengah suasana globalisasi, ideologi yang bisa bertahan adalahideologi yang bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan global dengan kepentingan nasional. Artinya, ideologi yang bisa terus eksis adalah ideologi yang bisa menempatkan kepentingan nasional tanpa ikut terpengaruh nilai-nilai asing dari ideologi lain yang datang melalui informasi global seperti siaran televisi, internet ataupertukaran jasa dan barang dibandingkan dengan ideologi lain, seperti ideologi Marxisme atau Komunisme, Pancasila memiliki berbagai keunggulan, 4 karena Pancasila menempatkan unsur keseimbangan yang tidak banyakditemukan dalam ideologi lain. Semua ideologi lain di dunia umumnya hanyamementingkan kelompok tertentu atau hanya berpihak pada golongantertentu, misalnya ideologi Marxis atau Komunisme, cenderung hanyamementingkan kelompok tertentu yakni kelompok buruh, khususnyakelompok 'elite' kaum itu, di belahan negara lain, ada ideologi yang hanya berpihak kepada kepentingan kelompok yang memiliki modal, orang yangpunya kuasa, atau hanya bagi orang-orang pintar dalam masyarakat. Kitapatut bersyukur karena Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia tidak seperti itu, tetapi ada keseimbangan antar konteks Indonesia saat ini, Pancasila tengah dihadapkandengan tantangan eskternal berskala besar berupa globalisasi. Globalisasiyang berbasiskan pada perkembangan teknologi informasi, komunikasi, dantransportasi, secara drastis telah mentransendensi batas-batas etnis bahkanbangsa. Jadilah Indonesia kini, tanpa bisa dihindari dan menghindari,menjadi bagian dari arus besar berbagai perubahan yang terjadi di apa pun perubahan yang terjadi di belahan dunia lain akan langsungdiketahui atau bahkan dirasakan akibatnya oleh Indonesia. Sebaliknya,sekecil apa pun peristiwa yang terjadi di Indonesia secara cepat akanmenjadi bagian dari konsumsi informasi masyarakat dunia. Pengaruh dariglobalisasi ini dengan demikian begitu cepat dan mendalam. Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi bangsa Indonesia,sanggupkah Pancasila menjawab berbagai tantangan tersebut?Akankah Pancasila tetap eksis sebagai ideologi bangsa? Jawabannyatentu akan terpulang kepada bangsa Indonesia sendiri sebagai pemilikPancasila. Namun demikian, kalaulah kemudian mencoba untuk mencarijawaban atas berbagai tantangan tersebut, maka jawabannya adalah bahwaPancasila akan sanggup menghadapi berbagai tantangan tersebut asalkan5 Pancasila benar-benar mampu diaplikasikan sebagai weltanschauungbangsa Indonesia. Implikasi dari dijadikannya Pancasila sebagai pandangan hidup makabangsa yang besar ini haruslah mempunyai sense of belonging dan sense ofpride atas Pancasila. Untuk menumbuhkembangkan kedua rasa tersebutmaka melihat realitas yang tengah berkembang saat ini setidaknya dua halmendasar perlu dilakukan. Pertama, penanaman kembali kesadaran bangsa tentang eksistensiPancasila sebagai ideologi bangsa. Penanaman kesadaran tentangkeberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa mengandung pemahamantentang adanya suatu proses pembangunan kembali kesadaran akanPancasila sebagai identitas nasional. Upaya ini memiliki makna strategismanakala realitas menunjukkan bahwa dalam batas-batas tertentu telahterjadi proses pemudaran kesadaran tentang keberadaan Pancasila sebagaiideologi bangsa. Salah satu langkah terbaik untuk mendekatkan kembaliatau membumikan kembali Pancasila ke tengah rakyat Indonesia tidak lainmelalui pembangunan kesadaran sejarah. Tegasnya, Pancasila didekatkankembali dengan cara menguraikannya sebagai bagian yang tak terpisahkandari perjuangan rakyat Indonesia, termasuk menjelaskannya bahwa secarasubstansial Pancasila adalah merupakan jawaban yang tepat dan strategisatas keberagaman Indonesia, baik pada masa lalu, masa kini maupun masayang akan perlu adanya kekonsistenan dari seluruh elemen bangsa,khususnya para pemimpin negeri ini untuk menjadikan Pancasila sebagaipedoman dalam berpikir dan bertindak. Janganlah sampai Pancasila inisekadar wacana di atas mulut yang disampaikan secara “berbusa-busa”hingga menjadi “basi”, sementara di lapangan penuh dengan perilaku yangtidak sesuai dengan ajaran Pancasila. Dengan demikian, penghayatan danpengamalan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sudah6 merupakan suatu conditio sine qua non bagi tetap tegaknya Pancasilasebagai ideologi bangsa. Salah satu tantangan terbesar yang perlu segera dijawab bangsayang besar ini, khususnya oleh para pemegang kekuasaan, adalahmenjawab tantangan atas lemahnya kesejahteraan rakyat dan penegakankeadilan. Ketimpangan kesejahteraan antara kota dan desa, terlebih Jawadan luar Jawa merupakan salah satu permasalahan besar yang harussegera dijawab oleh bangsa ini. Terasa sesak bagi kita semua bilamengingat bahwa di alam sejarah dewasa ini masih ada bagian dari bangsaini yang secara mengenaskan masih hidup di alam prasejarah!.Masalah penegakan keadilan juga menjadi masalah yang perlumendapat perhatian serius para pengambil kebijakan. Keadilan sosial yangtelah lama digariskan para pendiri negeri ini sering menjadi kontraproduktifmanakala hendak ditegakkan di kalangan para penguasa dan pemilik hingga sekarang ini pisau keadilan yang dimiliki bangsa ini masihmerupakan pisau keadilan bermata ganda, tajam manakala diarahkankepada rakyat kebanyakan, dan tumpul atau bahkan kehilanganketajamannya sama sekali manakala dihadapkan dengan para pemegangkekuasaan atau pemilik sumber-sumber dua hal itu saja mampu dikedepankan bisa jadi bangsa yangbesar ini tidak akan mudah tergoyahkan oleh berbagai tantangan danancaman yang ada, baik dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari dalambisa jadi akan pupus dengan sendirinya manakala kesejahteraan rakyatterkondisikan pada keadaan yang baik dan keadilan dapat ditegakkandengan seadil-adilnya. Ancaman dari luar, termasuk arus besar globalisasi sekalipun tidakakan menggeruskan Pancasila sebagai sebuah ideologi tetapi justru akanmenjadikan Pancasila sebagai kekuatan yang mampu mewarnai arus besarglobalisasi. Terlebih karena globalisasi bagi bangsa ini bukanlah merupakanbarang Pada akhirnya, menjadi baik kiranya bila menyimak kembali apa yangpernah dikatakan oleh Roeslan Abdulgani 1986, "Pancasila kita bukansekadar berintikan nilai-nilai statis, tetapi juga jiwa dinamis”. Kuranggunanya kita, hanya secara verbal mencintai kemerdekaan, kalau kita tidakberani melawan penjajahan, baik yang tradisional-kuno maupun yangneokolonial. Kurang gunanya kita, secara verbal saja menjunjung tinggi silaKetuhanan Yang Maha esa, kalau kita takut melawan kemusyrikan. Kurangguna kita, secara verbal saja mengagungkan sila Perikemanusiaan, kalaukita membiarkan merajalelanya situasi yang tidak manusiawi. Kurangfaedahnya kita, secara verbal saja cinta Persatuan Indonesia, kalau kitamembiarkan merajalelanya rasa nasionalisme dan patriotisme merosot danmembiarkan bangsa lain mengeksploitasikan kebodohan dan kelemahanrakyat kita. Kurang manfaatnya kita cinta sila Kerakyatan kalau kitamembiarkan keluhan rakyat tersumbat. Kurang artinya kita ngobrol sajatentang sila Keadilan Sosial, kalau kita membiarkan kepincangan sosialekonomis merajalelaPenutupBerdasarkan uraian analitis tentang posisi, eksistensi, dan relevansiPancasila di tengah arus globalisasi di atas, dapat ditarik benang merahkesimpulan bahwa Pancasila masih relevan di era globalisasi dan sudahmenjadi keharusan dan keniscayaan untuk dipertahankan oleh segenapkomponen bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila akan menjadi ”filter” yangakan menjaring dan menyaring setiap perubahan dan nilai-nilai yang masukakibat arus menggukuhkan Pancasila di era globalisasi sebagai dasarbepkir, dasar bertindak dan dasar berperilaku oleh setiap masyarakatIndonesia, maka Pancasila perlu dikebumikan agar supaya dapat bekerjasecara operasional di lapangan. Diperlukan ”revitalisasi Pancasila”8 sehingga dapat dihayati dan diamalkan oleh segenap komponen bangsa diera ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. jelaskan dan berilah contoh globalisasi merupakan tantangan bagi manusia dan tantangan bagi pancasila1. jelaskan dan berilah contoh globalisasi merupakan tantangan bagi manusia dan tantangan bagi pancasila2. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila3. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila4. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila5. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! 6. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! 7. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila!8. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila9. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila​10. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila11. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila​12. jelaskan dan berilah contoh globalisasi ada lah tantangan bagi pancasila13. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila14. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila15. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila16. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila17. jelaskan dan beri contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila18. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! 19. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila 20. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila 1. jelaskan dan berilah contoh globalisasi merupakan tantangan bagi manusia dan tantangan bagi pancasila -Munculnya rasa individualisme yg bisa memecah persatuan-Adanya media sosial yg bisa membuat orang untuk malas beribadah 2. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila Pancasila adalah perwujudan dari kumpulan nilai" luhur bangsa Indonesia, dengan adaya globalisasi, maka pengaruh pengaruh kebudayaan, kebiasaan, paham, dn sbgainya dari luar bangsa Indonesia dapat masuk secara bebas ke dalam bangsa kita, maka dari itu, menyaring semua hal dari luar dan hanya mengambil atau mencontoh hal hal yang dapat membuat kita dan bangsa ini menjadi lebih baik lagi, dan harus sesuai dengan nilai" pancasila, jadi tantangan globalisasi bagi pancasila adalah bagaimana cara agar kita sebagai wni yang baik dapat menerima globalisasi dengan tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi pancasila. Saya Indonesia, saya pancasila.. Hehehe 3. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila Dengan kebebasan mengakses media, mudah mengetahui permasalahan yang dialami negara lain, dan masalah di negara lain itupun turut mempengaruhi politik dalam negeri. 4. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila karena dapat mempengaruhi bangsa indonesia 5. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! Globalisasi yang berkembang pada saat ini membawa pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat dunia. Dalam kehidupan ekonomi terjadi pergeseran masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri. Di samping itu juga ilmu pengetahuan, cara berpikir kritis, sistematis, analitis, logika rasional dan menghargai waktu. Unsur budaya asing masuk ke Indonesia dalam aspek teknologi informasi berakibat munculnya perilaku kekerasan dalam masyarakat, berkembangnya gaya hidup free seks dan makin maraknya pornografi dan pornoaksi,maka dari itu globalisasi merupakan tantangan bagi Melemahnya penghayatan terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa2. Berkurangnya legitimasi agama 3. Dekadensi moral dan kekacauan kemanusiaan 4. Perubahan pola perilaku dalam pergaulan5. Masuknya budaya asing yang kurang baik 6. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! Individualisme yg tidak cocok dengan sila pancasila 7. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! globalisasi memang dapat sebuah tantangan bagi pancasila. jlka di lihat globalisasi dapat mendatangkan hal yang buruk maupun yang baik. jika banyak rakyat indonesia yang mengikuti globalisasi arus buruk dan itu dapat menyebabkan persatuan dan kesatuan indonesia akan hancur. serta jika itu melenceng dari pancasila dapat mengkibatkan hal yang fatal. sedangkan untuk contohnya adalah,prilaku,gaya bahasa,dan gaya hidup yang tidak lagi diatiur dalam pancasila.gaya hiduptidak berpedoman pada pancasila sila pertamamaaf kalo salah ^_^ 8. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila menjadi tantangan bagi pancasila karena tak semua yang ada di globalisasi searah dengan pancasila , ada juga yang bertolak balikex. internet merupakan salah satu sarana globalisasi ,di dalamnya ada yang mengandung paham radikal, paham itulah yang menjadi tantangan bagi pancasilasekian semoga bermanfaat 9. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila​Jawabanya dikarenakan era globalisa banyak sekali budaya asing masuk ke indonesia oleh karena itu pancasila berperan sebagai filter/ penyaring budaya budaya asing negatif yang tidak sopan didepan umum dikarenakan trend ke barat baratan/ yang merusak pemuda kejahatan yang terjadi di media sosial saat dijadikan jawaban terbaik yaw*¯︶¯* 10. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila globalisasi itu sangat menantang bahkan mengancam Pancasila, karena unsur dari luar yang sangat mudah masuk ke Indonesia. apalagi kalo unsur luar negeri yang menyimpang dari Pancasila 11. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila​Jawabandiera globalisasi paham yang bertentangan dengan pancasila mudah menyebar dengan cepat seperti paham radikal, marxisme, dan paham lain yang sangat bertentangan dengan ideologi pancasilacontohnya pada tahun 1965 paham komunis dari partai PKI berencana untuk menghapuskan pancasila. 12. jelaskan dan berilah contoh globalisasi ada lah tantangan bagi pancasila globalisasi adalah tentang pasar didunia yg bersaing contoh ikan 13. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila globalisasi memiliki potensi menggeserkan nilai pancasila, sbgai contoh terhadap sila satu ketuhanan yg maha esaera globalisasi meningkatkan teknologi scr pesat, dlm penerapan sila satu tsb seharusnya kita sbgai umat yg beragama hendaknya selalu menjalankan ibadah dg taat, tetapi dg hadirnya teknologi akibat globalisasi, maka ibadah menjadi seolah di "nomor dua"kan, sehingga menggeser nilai dari sila ke satu pada pancasila tersebut 14. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi Pancasila globalisasi bukan sepenuhnya tantangan bagi Indonesia namun juga sebuah kunci kemajuan bangsa karna adanya globalisasi suatu Bangsa akn bertambah maju dgn adanya tekhnologi yg semakin canggih pda era ini..dan jika bangsa Indonesia semakin berkembang maka dapat mewujudkan salah satu cita" bangsadan globalisasi juga ada yg negatif seperti perubahan mode pakaian yg mencontoh gya org barat itu juga dpt merusak etika" remaja jaman sekarang dan globalisasi hrs difilter dgn dilandasi Pancasila 15. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila karena di dlm globalisasi juga terdapat hal-hal negatifnya, sprti sikap bangsa Indonesia yg gotong royong, skrng sendiri². pakaian sopan jadi tidk sopan 16. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila karena globalisasi dapat merubah pandangan seseorang agar berlaku mengikuti perkembangan budaya barat, sedangkan hal tersebut bertentangan dengan globalisasi adalah budaya orang barat yg berlawanan dengan pancasila contohnya lagu dan pakainnya 17. jelaskan dan beri contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila Salah satu buktinya adalah banyaknya warga indonesia terpengaruh oleh budaya barat atau kebarat baratanMAAF KALAU SALAHJelaskan globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila berikut contohnya. Globalisasi 1. Globalisasi merupakan suatu jaringan global yang menghubungkan seluruh masyarakat di dunia sehingga terjadi percepatan dari intensifikasi interaksi dan integrasi antara orang-orang dari berbagai lokasi/negara yang globalisasi di sebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan informasi dan komunikasi, serta kerja sama ekonomi bisa berdampak positif dan juga negatif bagi suatu negara. Secara positif, globalisasi berdampak pada cepatnya proses komunikasi dan informasi, serta mampu meningkatkan ekonomi suatu Secara negatif, globalisasi dapat berdampak pada tidak terkontrolnya berbagai informasi yang diperoleh orang-orang, juga menurunnya nilai dan norma yang ada dalam sebagai Tantangan bagi Pancasila1. Dalam menghadapi globalisasi ini, hendaknya kita menggunakan Pancasila untuk menyaring berbagai informasi yang beragam. Sebagai contoh, ketika kita mencari informasi melalui jaringan internet, maka carilah informasi yang sekiranya tidak melanggar norma dan tidak mendorong kita melakukan hal-hal negatif dalam keseharian. Pahamilah nilai yang terkandung dalam Pancasila agar kita bisa menyaring berbagai informasi yang Pancasila sebagai batasan pandangan bagi setiap masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang saat ini melupakan budaya, bahasa, dan adat negerinya sendiri karena terpengaruh oleh budaya dari luar. Rendahnya pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila adalah salah satu penyebabnya. 18. Jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila! banyak globalisasi yang berbeda dengan prinsip pancasila dari rasa nasionalisme,penurunan moral anak muda dan dalam segi budaya 19. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila tentu sebuah tantangan bagi pancasila banyaknya globalisasi yg masuk kebudyaan baru yang dapat merusak budaya sopan santun ramah tamah diindonesia dan berbagai internett yang mempermudah budaya tersebut masuk. misalnya pengaruh pakaian terbuka bebas, obatan terlarang, free seks, dll. tantangan bagi pancasila Sila ke-1 Majemuknya individu-individu yang jauh dari nilai-nilai ketuhanan. 2 Ketidak-adilan bukan sesuatu yang aneh, etika dan adab seringkali tidak dijunjung secara manusiawi. 3 Pecahnya persatuan, misal 'hanya' karena selisih pendapat yang sejatinya masih bisa dimusyawarahkan. 4 Menyambung dari poin ke-3, nilai kerakyatan kerap luntur, karena kurangnya kebijaksanaan, serta jauh dari hikmah, akibatnya permusyawaratan menjadi tidak Rangkuman dari poin-poin diatas keadilan menjadi pincang, keadilan bukan milik seluruh rakyat, namun hanya bagi segelintir kelompok. 20. jelaskan dan berilah contoh bahwa globalisasi merupakan tantangan bagi pancasila globalisasi tidak lepas dari perkembangan teknologi. Dengan adanya teknologi, apapun Yg Ada Di belahan bumi dapat kita askes. hal ini mengakibatkan mudah masuknya kebudayaan dari luar. oleh Karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa hendaknya dapat menyaring terlebih dahulu apapun Yg masuk ke dalam negri ini, contohnya hidarilah gaya hidup kebarat"an westernisasi, cintai produk dalam negeri, dan hindari gaya hidup konsumtif..